22 December 20190 Komentar | Dilihat : 131 kali
Ditulis oleh siva

Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo melaksanakan kunjungan kerja ke PT. Trans - Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) Tuban, Sabtu (21/12/2019). Kunjungan kali ini dalam rangka untuk meresmikan pengambilalihan Kilang PT. Tuban Petrochemical Industries (TPI) kepada PT. Pertamina (Persero).
Dalam kunjungannya, presiden Jokowi didampingi istri, Iriana Joko Widodo; Menteri BUMN, Erick Thohir; Komisaris dan Direktur Pertamina; Gubernur Jatim bersama Forkopimda Jatim serta disambut Bupati Tuban, H. Fathul Huda bersama istri, Hj. Qodiriyah Fathul Huda dan Forkopimda Tuban.
Kepada awak media, Presiden menjelaskan bahwa Kilang TPPI merupakan salah satu kilang terbesar di Indonesia yang menghasilkan banyak produk petro kimia dan BBM. Produk tersebut diantaranya seperti premium, Pertamax, LPG dan yang lainnya.
Presiden Jokowi menargetkan seluruh pengerjaan harus rampung dalam kurun waktu 3 tahun. Saat ini, saham PT. TPPI sebanyak 98 persen telah dimiliki negara. "Sisanya 2 persen harus dituntaskan di Januari 2020," ungkapnya.
Diharapkan jika nantinya sudah dapat berproduksi maksimal, mampu menghemat devisa negara sebesar 56 triliun, dan menghentikan ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM. "Dengan demikian, account deficit/neraca devisit akan jauh lebih baik. Salah satu kuncinya ada di Petro Kimia," jelasnya. Tidak hanya itu, langkah ini masuk dalam agenda besar negara yang bisa menyelesaikan persoalan yang ada selama ini.
Terkait dengan akan dibangunnya Kilang Minyak Pertamina Rosneft di Kabupaten Tuban, Presiden Jokowi menyatakan agar perihal pembebasan lahan dapat selesaikan maksimal 3 bulan. "Jika memang belum bisa, segera laporkan, untuk dicarikan solusi lebih lanjut," terang Presiden kelahiran Solo ini.
Untuk diketahui, di sepanjang perjalanan menuju PT. TPPI yang terletak di Desa Tasikharjo Kecamatan Jenu, presiden Jokowi dan rombongan disambut antusias oleh warga dan anak-anak sekolah. Presiden Jokowi juga menyempatkan membagikan buku dan kaos kepada siswa yang menyambutnya. Tidak ketinggalan Masyarakat juga mengabadikan kesempatan ini dengan gawai mereka masing-masing. (ags)

Kategori
comments powered by Disqus