12 October 20180 Komentar | Dilihat : 669 kali
Ditulis oleh siva

BUPATI TUBAN UJI COBA RMU

MEDIA CENTER TUBAN Bupati Tuban, H. Fathul Huda didampingi Kepala Bagian Program dan Pelaporan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappeti) Kementerian Perdagangan RI dan Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Tuban, Jumat (12/10/2018) resmi mengoperasikan mesin Rice Mesin Unit (RMU) yang berlokasi di desa Pakah, Semanding.
Pada kesempatan itu, Bupati Tuban menyampaikan bahwa Kabupaten Tuban surplus pangan hingga 60 persen. Permasalahannya adalah masyarakat belum maksimal dalam mengolah hasil pertaniannya. Saat ini, petani hanya menjual gabah, belum bisa menjual dalam wujud beras dengan kualitas baik, ungkap Bupati.
Dengan dioperasikannya mesin RMU, lanjut Bupati, dapat menjadi percontohan dan pembelajaran bagi petani dalam mengelola hasil pertaniannya. Sekaligus menjadi wadah marketing atas hasil pertanian. “Karena pengelolaan hasil pertanian disini dilakukan dengan professional sehingga mampu meningkatkan harga jual, imbuhnya.
Bupati dua periode ini berharap dengan semakin meningkatnya fasilitas dan program yang diberikan, mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama petani di Bumi Wali Tuban.
Sementara itu, Kabag Progam dan Pelaporan Bappeti Kementrian Perdagangan RI, Subagyo menjelaskan bahwa RMU merupakan merupakan bantuan dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018 melalui Kementerian Perdagangan. Sebelumnya, di tahun 2015 Kabupaten Tuban juga telah menerima bantuan berupa gudang penyimpanan dan mesin dryer. “Bantuan tersebut diberikan karena Kabupaten Tuban telah menerapkan dan menerbitkan Sistem Resi Gudang (SRG) sebagai upaya lanjutan dalam pengolahan hasil pertanian, jelasnya.
Subagyo menerangkan bahwa bantuan senilai 3,5 milyar ini guna memfasilitasi kebutuhan petani untuk memanfaatkan SRG. Pemanfaatan SRG ini dapat dimanfaatkan petani untuk mengajukan pendanaan berupa Kredit Angunan Sistem Resi Gudang di bank yang telah ditunjuk. Tidak hanya itu, petani juga mendapatkan subsidi sebesar 6 persen dari total bunga 12 persen.
Terkait bantuan gudang dengan SRG, petani dapat memperoleh fasilitas berupa penyimpanan dengan standar mutu yang teruji. Dengan menerapkan Skema Tunda Jual, petani dapat menyimpan hasil pertanian ketika harga turun untuk kemudian dijual kembali ketika harga telah stabil. Diharapkan Pemkab Tuban dan petani dapat mengoptimalkan bantuan ini untuk mendorong peningkatan kesejahteraan petani, terangnya.
Kepala Diskoperindag Kabupaten Tuban, Agus Wijaya menambahkan akan disusun mekanisme pengoperasiannya RMU. Sebagai langkah awal, akan berfokus pada pelayanan kepada masyarakat seperti penggilingan padi.
Agus Wijaya menyatakan bahwa pihaknya terus menyosialisasikan SRG kepada petani sebagai salah satu wadah penyimpanan hasil pertaniannya. Dalam rangka mengatasi harga turun, untuk selanjutnya dilakukan skema tunda jual, bebernya. Kedepannya, juga akan dibangun jaring komunikasi sebagai upaya promosi dan marketing.
Untuk diketahui, beberapa fasilitas yang dapat dimanfaatkan diantaranya mesin RMU berkapasitas 2 ton per jam, gudang penyimpanan berkapasitas 1500-2000 ton, 2 mesin dryer (pengering) dengan kapasitas masing-masing 10 ton per mesin, 2 truk berkapasitas 7 ton per truk. (ags)

Kategori
comments powered by Disqus